Suatu hal yang hanya berlaku untuk ruang vektor berdimensi tiga R3 adalah cross vektor (perkalian vektor antara 2 vektor), yakni perkalian antara 2 vektor yang menghasilkan vektor tunggal.
Suatu hal yang hanya berlaku untuk ruang vektor berdimensi tiga R3 adalah cross vektor (perkalian vektor antara 2 vektor), yakni perkalian antara 2 vektor yang menghasilkan vektor tunggal.
Cross product atau hasil kali silang merupakan hasil kali antara dua vektor di ruang dimensi tiga (R3) yang menghasilkan vektor tegak lurus terhadap kedua vektor yang dikalikan. Atau dapat juga dikatakan bahwa perkalian silang antara dua vektor akan menghasilkan vektor baru yang arahnya tegak lurus dengan masing-masing vektor.
Penentuan arah vektor pada perkalian silang dapat menggunakan kaidah tangan kanan yang melibatkan telapak tangan, empat jari, dan jempol/ibu jari. Di mana, telapak tangan menuju arah vektor pertama yang akan dikalikan dan empat jari menuju arah vektor kedua. Kemudian, arah vektor satuan hasil perkalian ditunjukkan oleh ibu jari.
1. Definisi
Jika uξ =0 dan vξ =0 dalam ruang dapat diputar tanpa mengubah besar atau arah masing-masing sehingga titik pangkalnya berimpit, dengan kaidah tangan kanan (ulir kanan) didefinisikan bahwa:
uΓv=eβ£uβ£β£vβ£sinΞΈ, 0β€ΞΈβ€Ο
e= vektor satuan yang tegak lurus u dan v uΓv dibaca βvektor u kros vektor vβ atau cukup dengan βu kros vβ saja.
Rumus determinan cross vektor
Perkalian vektor dua vektor ditulis dengan uΓv dirumuskan dengan determinan matriks sebagai berikut.
Jika u=a1βi+a2βjβ+a3βk dan v=b1βi+b2βjβ+b3βk maka
uΓv=βia1βb1ββjβa2βb2ββka3βbβ3ββ
dengan aturan Sarrus akan diperoleh hasil perkalian sebagai berikut.
uΓv=(a2βb3ββa3βb2β)i+(a3βb1ββa1βb3β)jβ+(a1βb2ββa2βb1β)k
2. Sifat
Sifat 1: uΓv merupakan vektor yang tegak lurus vektor u dan tegak lurus vektor v.
Sifat 2: uΓv berlawanan arah dengan vΓu sehingga uΓv=βvΓu
Dalil:β£uΓvβ£=β£uβ£β£vβ£sinΞΈ
Buktikanlah sifat cross vektor diatas sebagai latihan!
Contoh Soal Cross Vektor:
Diketahui vektor a=2iβjβ+3k dan b=3iβ2jβ+k. Tentukan hasil operasi
aΓb
bΓa
βbΓaβ
Alternatif Penyelesaian:
Hasil operasi aΓbβaΓb=βi23βjββ1β2βk31ββbΓa=βi23βjββ1β2βk31ββi23βjββ1β2ββbΓa=βi+9jββ4kβ(β3)kβ(β6)iβ2jβaΓb=5i+7jββkβ
Hasil operasi bΓaβbΓa=βi32βjββ2β1βk13ββbΓa=βi32βjββ2β1βk13ββi32βjββ2β1ββbΓa=β6i+2jββ3kβ(β4)kβ(β1)iβ9jβbΓa=β5iβ7jβ+kβ
Hasil operasi βbΓaβββbΓaβ=(β5)2+(β7)2+12ββbΓaβ=25+49+1ββbΓaβ=75ββbΓaβ=53ββ
Contoh 2 Soal Cross Vektor
Diketahui Sudut antara vektor pβ dan qβ adalah 30β. Jika β£pββ£=4 dan β£qββ£=5 , maka tentukan
β£pβΓqββ£ ! Penyelesaian :
Menentukan hasil β£pβΓqββ£ :
β£pβΓqββ£β=β£pββ£β£qββ£sinΞΈ=4Γ5sin30β=20Γ21β=10β Jadi, hasil dari β£pβΓqββ£=10.